PMR SE-SOLO RAYA

Jumat, 22 Maret 2013

Cara Mengatasi Bencana Tanah Longsor

Apabila terjadi kejadian bencana, maka rasa panik, bingung dan ketakutan akan segera menyerang. Tak jarang jatuhnya korban jiwa lebih karena disebabkan ketakutan dan kepanikan yang terjadi bukan karena akibat langsung dari terjadinya bencana. Berikut hal-hal yang dapat dijadikan pedoman untuk menghadapi terjadinya bencana supaya dapat menghindari adanya korban jiwa. 


 Bencana Tanah Longsor
            Longsoran merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat dari terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng tersebut. Tanah longsor terjadi karena ada gangguan kestabilan pada tanah/batuan penyusun lereng.
Strategi dan upaya penanggulangan bencana tanah lonsor :
            1. Hindarkan daerah rawan bencana untuk pembangunan pemukiman dan fasilitas utama                  lainnya.
            2. Mengurangi tingkat keterjalan lereng.
            3.  Meningkatkan/memperbaiki dan memelihara drainase baik air permukaan maupun air                    tanah.Fungsi drainase adalah untuk menjauhkan airn dari lereng, menghidari air                     meresap ke dalam lereng atau menguras air ke dalam lereng ke luar lereng. Jadi                    drainase harus dijaga agar jangan sampai tersumbat atau meresapkan air ke dalam                             tanah.
            4. Pembuatan bangunan penahan, jangkar (anchor) dan pilling.
            5. Terasering dengan sistem drainase yang tepat (drainase pada teras - teras dijaga jangan                   sampai menjadi jalan meresapkan air ke dalam tanah).
            6. Penghijauan dengan tanaman yang sistem perakarannya dalam dan jarak tanam yang                     tepat (khusus untuk lereng curam, dengan kemiringan lebih dari 40 derajat atau sekitar                       80% sebaiknya tanaman tidak terlalu rapat serta diseling-selingi dengan tanaman yang                      lebih pendek dan ringan , di bagian dasar ditanam rumput).
            7. Mendirikan bangunan dengan fondasi yang kuat.
            8. Melakukan pemadatan tanah disekitar perumahan.
            9. Pengenalan daerah rawan longsor.
            10. Pembuatan tanggul penahan untuk runtuhan batuan (rock fall).
            11. Penutupan rekahan di atas lereng untuk mencegah air masuk secara cepat kedalam                          tanah.
            12. Pondasi tiang pancang sangat disarankan untuk menghindari bahaya liquefaction.
            13. Utilitas yang ada didalam tanah harus bersifat fleksibel.
            14. Dalam beberapa kasus relokasi sangat disarankan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar